Mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi mengingatkan agar para kiai
pengasuh pondok pesantren tidak ikut bergabung dengan Yayasan Peduli
Pesantren Indonesia (YPPI) yang didirikan oleh Ketua Umum Partai Perindo
Hary Tanoesoedibjo.
“Untuk YPP sebaiknya orang-orang pesantren gak usah ikut-ikut,” demikian
pesan pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang dan Depok,
Senin (12/12).
Anggota Wantipres menyampaikan hal itu ketika diminta tanggapan tentang
berdirinya yayasan oleh bos MNC group beberapa waktu lalu.
Seperti diketahui, pengusaha kondang Hary Tanoesoedibjo meresmikan
berdirinya YPP. Nantinya, yayasan itu akan mendukung serta membantu
seluruh pembangunan sarana dan prasarana pesantren yang ada di
Indonesia.
Bos sejumlah media itu mengaku memperoleh gagasan peduli pesantren
setelah mengunjungi sejumlah daerah di Indonesia. Ketua umum Partai
Perindo itu mengaku prihatin dengan kondisi mayoritas pesantren yang
tidak didukung sumber daya memadai.
Ketua dewan pembina YPP adalah Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU, red)
dengan anggota Mahfud MD. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang,
Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah duduk di dewan pengawas.
Belakangsn Gus Sholah menyatakan dirinya tidak bersedia bergabung dalam
kepengurusan YPP.
Hasyim Muzadi mengingatkan peran pondok pesantren itu menjadi benteng
paham ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) yang nampu melidungi bangunan
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berdasarkan Pancasila dan UUD
1945. Harapan dia kepada pesantren untuk menjadi benteng Aswaja itu
perlu dikuatkan menyusul upaya tarik menarik kepentingan politik
praktis. Selain itu juga munculnya berbagai paham keaganaan
transnasional yang masuk.
Sejumlah ulama pesantren se-Jatim juga mendesak PBNU untuk melepaskan
diri dari keterlibatan dalam Yayasan Peduli Pesantren Indonesia (YPPI),
karena masyarakat NU di tingkat akar rumput justru menginginkan
kemandirian ekonomi.
[beritaislam24h.net / smc]
